
Sakola Kembara – Bagi Zulfa, mengajar bukan sekadar kegiatan berbagi ilmu, tetapi cara untuk memberikan manfaat bagi banyak orang. Ia memanfaatkan waktu libur kuliah untuk terlibat langsung dalam kegiatan mengajar.
Kesempatan mengajar di Sakola Kembara menjadi pengalaman berharga baginya, Selain mendapatkan relasi baru, ia juga bisa melatih kemampuan mengajar dan merasakan pengalaman yang sangat menyenangkan ketika berinteraksi langsung dengan para siswa.
Perjalanannya sebagai mahasiswa UPI Purwakarta menuju Cililin untuk mengajar dan bertemu dengan siswa-siswi yang penuh semangat belajar menghadirkan banyak cerita, tantangan, sekaligus pengalaman yang bermakna.
Keselarasan Nilai dengan Visi Sakola Kembara
“Pendidikan Untuk semua” jargon Sakola Kembara ini memiliki visi yang sama dengan prinsip yang diyakini oleh Zulfa. Baginya, pendidikan adalah salah satu hal terpenting yang harus bisa dirasakan oleh banyak orang. Karena itulah, kesempatan mengajar di Sakola Kembara menjadi pengalaman yang sangat berarti baginya.
Melalui kegiatan mengajar, Zulfa merasa dapat memberikan manfaat bagi banyak orang, terutama bagi adik-adik yang sedang berjuang meraih mimpi. Berbagi ilmu dan mendampingi proses belajar mereka menjadi kebahagiaan tersendiri baginya.
Zulfa berusaha memberikan kontribusi terbaik bagi kegiatan pendidikan di Sakola Kembara.
Selain menjadi volunteer yang membantu mengajar, Ia juga memiliki beberapa peran lain di Sakola Kembara seperti content creator Tiktok dan mentor bagi siswa.
Baca juga : Mengajar dan Menginspirasi Bersama Nur Febriyanti di Sakola Kembara
Mengisi Libur Kuliah dengan Mengajar
“Supaya ilmu ku ga sia sia dan bisa jadi amal jariyah. Selain itu, aku memang senang mengajar” motivasi ini membuat Zulfa memilih untuk mengisi waktu liburnya dengan kegiatan yang bermakna, yaitu mengajar di Sakola Kembara.
Salah satu hal yang paling berkesan bagi Zulfa adalah ketika para siswa terlihat sangat antusias dengan kehadirannya. Melihat semangat dan rasa ingin tahu mereka membuat kegiatan mengajar terasa semakin menyenangkan dan bermakna.
Meski penuh pengalaman menyenangkan, perjalanan mengajar ini juga memiliki tantangan tersendiri. Zulfa yang berkuliah di UPI Purwakarta harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mengajar di Cililin. Ia harus memesan tiket kereta, melanjutkan perjalanan dengan angkot, hingga menggunakan transportasi online untuk sampai di tempat mengajar.
Meskipun perjalanan ini menguras energi, waktu dan biaya, bagi Zulfa pengalaman dan suasana yang ia rasakan ini adalah sesuatu yang tidak bisa ia dapatkan di tempat lain.
Dampak Setelah Mengajar Di Sakola Kembara
Selama bergabung, Zulfa merasakan dukungan yang baik dari tim Sakola Kembara. Ia disambut hangat dan selalu diperlakukan ramah. Pengalaman mengajar ini membuatnya menjadi lebih bersyukur dengan apa yang ia miliki dan menyadari bahwa lingkungan tempat seseorang bertumbuh memiliki pengaruh besar dalam kehidupan.
Ia juga mengungkapkan kekagumannya kepada kak Rommy yang berani memulai gerakan pendidikan seperti ini.
“Ga banyak yg peduli dengan isi pendidikan di pelosok desa tapi dengan tekad dan keberanian Sakola Kembara bisa berjalan sejauh ini dan bertahan dengan baik” ujarnya.
Kekagumannya ini bahkan menginspirasinya untuk membuat bimbingan belajar UTBK gratis untuk adik kelasnya di SMA.
Pesan dan Motivasi
Di akhir cerita, Zulfa menyampaikan pesan sederhana penuh makna. Ia berharap semakin banyak orang yang turut terlibat di Sakola Kembara, baik sebagai volunteer maupun dalam bentuk kontribusi lainnya. Dengan begitu Sakola Kembara dapat semakin dikenal dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan pendidikan.
“Semoga apapun yg dikerjakan dengan hati yg tulus dan ikhlas bisa jadi amal jariyah di akhirat kelak aamiin, sehat sehat orang baik,” doanya.
Ayo, jadilah bagian dari perjalanan pendidikan untuk semua dengan bergabung sebagai volunteer di Sakola Kembara!