
Mengajar bukanlah sebatas rutinitas bagi Nur Febriyati, melainkan misi untuk selalu memastikan semangat belajar siswa tidak pernah padam di tengah keterbatasan.
Sebagai mahasiswa pendidikan, Febri menyadari pendidikan adalah napas yang menghidupkan perjalanan hidup seseorang. Oleh karena itu, pendidikan adalah hak bagi seluruh warga negara Indonesia. Namun, pada kenyataannya, masih banyak anak-anak di pelosok yang belum mendapatkan haknya dalam aspek pendidikan. Hal inilah yang mendorong Febri tergerak untuk ikut berkontribusi dalam aktivitas mengajar di Sakola Kembara.
Tujuannya sebagai mahasiswa pendidikan sejalan dengan visi Sakola Kembara, yakni memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak negeri. Febri percaya, setiap anak berhak memiliki akses pendidikan yang setara untuk mewujudkan cita-cita mereka.
Peran dan Tantangan Febri di Sakola Kembara
Dalam kesehariannya, Febri menjalankan peran penting untuk menjaga api semangat belajar para siswa. Dia juga menjadi teman diskusi para mentee agar tetap konsisten berjuang meraih PTN impiannya. Meskipun terkadang menghadapi tantangan komunikasi, seperti siswa yang cenderung pendiam.
Bagi Febri, pengalaman paling berkesan di Sakola Kembara adalah pertemuan dengan tim dan rekan mentor yang suportif. Semangat tinggi yang ditunjukkan para siswa saat proses bimbingan menjadi energi positif tersendiri baginya.
Febri menilai bahwa kontribusi akan memberikan dampak masif bagi pemerataan pendidikan di Indonesia. Dengan kurikulum yang terstruktur dan aplikatif, Sakola Kembara berhasil menjembatani kesenjangan bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Baginya, pengalaman ini adalah wadah pengembangan diri yang luar biasa, di mana ia merasa lebih terlatih dalam berempati terhadap setiap keluhan dan tantangan yang dihadapi oleh para siswanya.
Perubahan yang Hadir dalam Diri Febri
Bergabung dengan Sakola Kembara bukan sekadar menambah baris baru dalam daftar riwayat hidup bagi Nur Febriyati. Pengalaman ini menjadi titik balik yang mengubah cara pandangnya terhadap dunia pendidikan dan kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang lain.
Tantangan yang dihadapi Febri saat mengajar mengubahnya menjadi sosok yang lebih sabar dan peka terhadap kondisi emosional siswanya. Dari situasi yang terkadang mendapatkan respon singkat dari siswa, Febri juga menjadi lebih memahami kemampuan berkomunikasi yang lebih baik.
Selain itu, menjadi bagian di Sakola Kembara juga membuka lebih luas lagi hati Febri untuk semakin termotivasi dalam berkontribusi di dunia pendidikan. Dia tidak lagi hanya belajar untuk dirinya sendiri, tetapi belajar untuk bisa memberi lebih banyak bagi dunia pendidikan Indonesia.
Harapan untuk Masa Depan dan Ayo Ikut Berkontribusi!
Dalam akhir sesi testimoninya, Febri memberikan pandangannya tentang Sakola Kembara. Baginya, Sakola Kembara adalah rumah yang memberikan dampak nyata bagi pemerataan pendidikan di Indonesia. Program ini bukan sekadar bantuan akademis, melainkan ruang untuk bertumbuh dan berbagi peran untuk semua orang yang bersedia ikut menjadi bagian dari perubahan besar.
Febri berharap program ini dapat terus berkembang, menjangkau lebih banyak siswa di pelosok negeri, serta konsisten meningkatkan kualitas pendampingan agar akses pendidikan setara bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas bagi semua siswa tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Melalui dedikasi yang telah dia berikan, Febri juga menitipkan pesan bagi seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam program ini untuk tetap semangat dan tidak menyerah dalam memberikan dampak positif bagi bangsa. Perubahan besar dimulai dari kepedulian kecil kita hari ini. Ayo, jadilah bagian dari solusi dan mari bergabung menjadi volunteer di Sakola Kembara!