Pendidik Penuh Hati, Jeany Putri Mengabdi demi Mimpi Anak Negeri

Bagi sebagian orang, membicarakan pendidikan mungkin hanya sebatas diskusi tentang kurikulum atau nilai di atas kertas. Namun, bagi Jeany Putri Widyautami, salah satu pendidik di Sakola Kembara, pendidikan adalah senjata paling kuat untuk mengubah arah kehidupan seseorang. 

Sakola Kembara sendiri merupakan yayasan nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan nonformal bagi anak-anak di daerah pelosok. Hingga saat ini, Sakola Kembara telah berkembang dengan berbagai cabang yang didukung oleh banyak pendidik yang mengabdi sepenuh hati demi mewujudkan pemerataan pendidikan bagi seluruh anak pelosok. Menurut Jeany, Sakola Kembara ibarat sebuah “Mesin pendidikan” yang menyediakan fasilitas bagi mereka yang hanya memiliki modal mimpi dan tekad kuat untuk diperjuangkan.

Panggilan Takdir Menjadi Bagian dari Sakola Kembara

Jeany lahir dan tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Namun, keterbatasan ekonomi tidak pernah memadamkan harapannya untuk terus mengejar bangku sekolah. Hal ini didasari oleh pengalaman pribadinya melihat bagaimana pendidikan menjadi katalisator perubahan besar.

Baca Juga: Alarm Bagi Pendidikan! Turunnya Nilai TKA dan Solusi Nyata di Pelosok Negeri

“Aku lahir dan hidup dari keluarga yang sederhana. Namun kami semua sudah merasakan betapa hebatnya pendidikan dapat mengubah hidup kami 180 derajat. Aku ingin semua orang merasakan pengalaman berharga yang sama,” ungkap Jeany dengan penuh syukur.

Menariknya, pertemuan Jeany dengan Sakola Kembara terasa seperti campur tangan takdir. Di saat dia sedang berjuang mencari penghasilan tambahan untuk membiayai kuliahnya, tiba-tiba tim Sakola Kembara menghubunginya. Seolah menjadi secercah cahaya di tengah temaram, kesempatan itu datang tanpa diduga sebelumnya. Padahal, Jeany tidak merasa mendaftar atau mungkin dia sempat lupa pernah mengirimkan lamaran karena kesibukannya.

Selain faktor ekonomi, motivasi terbesar Jeany menjadi pendidik bagi anak pelosok adalah minat mendalamnya di dunia mengajar. Meski di Sakola Kembara dia mengampu mata pelajaran yang berbeda dari jurusan kuliahnya, Jeany tetap bisa mengaplikasikan ilmu Bimbingan Konseling yang dipelajari di kampus. Bersama Sakola Kembara, dia ingin membantu orang lain meraih impian mereka, persis seperti keluarganya yang telah berjuang keras membantunya meraih mimpi.

Menemukan Kehangatan dalam Setiap Sesi Mengajar

Di Sakola Kembara, Jeany mengemban peran sebagai guru Bahasa Inggris. Sebagai seorang pendidik, Jeany mengaku sulit untuk memilih satu momen yang paling berkesan, karena baginya seluruh rangkaian kegiatan di sana adalah memori yang indah. Dia merasakan kehangatan yang luar biasa, setiap individu saling merangkul dan menghargai.

“Hal yang paling berkesan menurutku tidak ada, karena rasanya semuanya berkesan. Setiap pertemuan, setiap sesi, selalu aku ingat karena aku merasa sangat dihargai, diterima, dan dirangkul,” tutur Jeany. Dia juga percaya bahwa hidup akan selalu baik-baik saja selama manusia tetap memiliki mimpi dan terus sibuk mengejarnya.

Tentu saja, perjalanan ini bukan tanpa tantangan. Mengatur waktu antara tugas kuliah yang menumpuk dengan agenda mengajar memerlukan komitmen tinggi. Namun, Jeany selalu berupaya memberikan prioritas utama bagi Sakola Kembara di tengah kesibukannya.

Baca Juga: Harta Karun Pribadi: Kisah Pembelajaran Hekkel Mengenali Potensi ‘Maximizer’ di Dalam Dirinya

Transformasi Diri dan Harapan untuk Pendidikan Pelosok

Bergabung dengan Sakola Kembara membawa transformasi positif dalam diri Jeany. Dia merasa jauh lebih bahagia karena bisa menjadi bagian dari perjalanan orang lain dalam menjemput mimpi. Baginya, program dan kurikulum yang dirancang khusus untuk siswa di daerah pelosok adalah langkah yang tepat untuk mengatasi sulitnya akses pendidikan.

It’s the best thing I’ve ever heard. Aku datang dari keluarga kurang mampu, tapi keluargaku selalu mengutamakan pendidikan. Aku percaya kekuatan pendidikan bisa merubah segalanya, dan Sakola Kembara memfasilitasi hal itu,” tambahnya. Meski dampaknya saat ini mungkin baru dirasakan oleh siswa internal, Jeany berharap manfaat Sakola Kembara bisa meluas ke seluruh masyarakat Indonesia.

Harapan dan Pesan untuk Teman-Teman Sakola Kembara

Menutup kisahnya, Jeany berharap Sakola Kembara terus eksis untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, dari Jawa Barat hingga ke luar pulau. Dia juga meninggalkan pesan bagi para siswa dan rekan-rekannya.

“Buat adik-adikku di Sakola Kembara, tetap pertahankan nyala api mimpinya ya, jangan pernah padam. Buat rekan pendidik yang lain, tetap semangat menjadi tangan-tangan Tuhan untuk mereka belajar. Insya Allah, it’s never a waste,” ucapnya di akhir penyampaian kesan pesan.

Bagi sobat Kembara yang ingin ikut berperan pada pendidikan seperti Jeany bisa segera daftarkan diri sebagai Volunteer Sakola Kembara. Sobat Kembara juga bisa berkontribusi melalui bidang lain yang diminati. Kami tunggu kontribusinya dan semangat dalam wujudkan misi #PendidikanUntukSemua. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *