Cerita Volunter Angkasa: Kemauan yang Membakar Semangat Berbagi

Cerita Volunter Angkasa: Kemauan yang Membakar Semangat Berbagi

Kemauan tidak selalu hadir dalam bentuk keyakinan yang utuh sejak awal. Terkadang kemauan justru lahir dari keraguan pengalaman pahit dan proses berdamai dengan masa lalu. Itulah yang dialami Angkasa mahasiswa kimia ITB semester 5 yang kini mengabdikan diri sebagai Headmaster Sakola Kembara cabang Cililin. Keputusannya untuk bergabung bukan tanpa beban karena sebelumnya ia pernah memiliki pengalaman kurang menyenangkan di dunia organisasi.

Pada awalnya Angkasa bahkan tidak berniat mendaftar. Trauma membuatnya ragu untuk kembali terlibat dalam kegiatan serupa. Namun rasa penasaran terhadap visi Sakola Kembara perlahan mengalahkan ketakutannya. Fokus lembaga ini pada pendidikan anak anak SMA yang mengalami keterbatasan akses belajar UTBK mengingatkannya pada masa lalu ketika ia harus berjuang sendirian tanpa bimbingan yang jelas.

Akar Empati yang Menumbuhkan Tekad

Beruntung Angkasa lolos melalui jalur SNBP, namun kesulitan yang pernah dialami itu tidak pernah hilang dari ingatannya. Pengalaman itulah yang menjadi benih kemauan kuat dalam dirinya. Ia paham betul sulitnya belajar tanpa arah, tanpa bimbingan yang memadai. Perasaan empati terhadap anak-anak yang mengalami kesulitan serupa mendorongnya untuk mengambil langkah nyata.

Bukan sekadar simpati dari kejauhan, tetapi terjun langsung untuk membantu meringankan beban mereka. “Karena aku pernah merasakan sulitnya belajar sendiri dan aku ingin membantu mereka dengan cara meringankan beban mereka yaitu membantu mengarahkan mereka,” jelasnya dengan tulus.

Sembilan Bulan Penuh Makna

Sudah sembilan bulan Angkasa berkontribusi di Sakola Kembara. Sebagai Headmaster, ia bertanggung jawab atas operasional dan akademik siswa di cabang Cililin. Tugasnya berat, waktu tersita, dan tentu saja tanpa bayaran materi. Namun bagi Angkasa, kontribusi memiliki makna yang jauh lebih dalam.

“Kontribusi menurut aku adalah saat kita memberikan banyak hal seperti tenaga, waktu, pikiran untuk suatu kegiatan yang kita yakini bermanfaat bagi kita kedepannya,” jelasnya dengan mantap. Harapannya sederhana ketika pertama kali mendaftar, hanya ingin mendapat pengalaman mengabdi kepada masyarakat, terutama di bidang pendidikan karena memiliki latar belakang yang sama dengan anak-anak didiknya.

Momen yang Membakar Api Semangat

Ada momen-momen yang membuat kemauan Angkasa terus berkobar. Salah satunya ketika ia mengajak anak-anak Cililin ke danau sekitar seminggu sebelum wawancara ini dilakukan. Kendala kendaraan tidak menyurutkan semangat. Mereka berinisiatif bonceng bertiga bahkan berempat, bolak-balik antar jemput, demi memastikan semua yang hadir bisa ikut.

“Saat itu aku sadar bahwa melihat mereka senang juga menjadi penyemangat aku buat bantu mereka menggapai mimpi mereka,” kenang Angkasa dengan senyuman. Kebersamaan sederhana itu ternyata memberikan energi luar biasa. Melihat anak-anak didiknya senang dan percaya diri dengan masa depan mereka menjadi api semangat yang tidak pernah padam.

Ketika Lelah Bertemu Mimpi

Cerita Volunter Angkasa: Kemauan yang Membakar Semangat Berbagi

Rasa lelah pasti ada. Ada kalanya Angkasa harus menyikapi berbagai sifat anak-anak Cililin yang menantang kesabarannya. Sempat terpikir untuk menyerah. Namun ia selalu kembali pada alasan fundamental mengapa ia memilih jalan ini.

“Mereka melakukan itu karena ada alasannya dan aku juga tidak berlarut-larut dalam pikiran aku karena aku juga berpegang teguh pada mimpi aku,” ujarnya dengan penuh kesadaran. Yang didapatkan Angkasa jauh melampaui ekspektasi awal. Yang ia peroleh adalah mimpi baru yang didasarkan pada rasa bangga dan bahagia ketika melihat anak-anak Cililin mengenakan almamater kebanggaan mereka.

Keluarga Baru Bernama Cililin

Angkasa menyaksikan 41 orang berkembang bersama tanpa meninggalkan satu sama lain. Proses itu nyata, dan ia menjadi saksi sekaligus bagian darinya. Ketika anak-anak didiknya mulai percaya diri dengan masa depan mereka, kemauan untuk terus membantu semakin menguat.

Cerita-cerita lucu mereka, semangat mereka dalam menyelesaikan struggle hidup, dan kesolidan yang terbangun menjadi bahan bakar yang tidak pernah habis. “Jujur sangat senang karena saat ketemu mereka aku bisa ketawa dan merasakan punya keluarga,” ungkapnya dengan tulus.

Mata Terbuka untuk Realitas

Pengalaman di Sakola Kembara juga membuka mata Angkasa tentang realitas pendidikan di Indonesia. Ia menyadari bahwa semua orang punya mimpi untuk berkuliah, namun tidak semua orang punya kesempatan yang sama. Kesenjangan akses pendidikan itu nyata adanya. Dan di situlah peran volunteer seperti dirinya menjadi sangat berarti.

Bagi Angkasa, jika diminta mendeskripsikan pengalamannya dengan satu kata, jawabannya sederhana namun penuh makna yaitu Cililin. “Banyak cerita dimulai dari sini,” katanya singkat. Tempat itu bukan sekadar lokasi geografis, tetapi ruang di mana mimpi-mimpi bertumbuh, di mana kemauan untuk berbagi menghasilkan dampak nyata.

Lebih dari Sekadar Materi

Rasa lelah yang sempat menghantui di awal perlahan tergantikan dengan rasa senang. Realita berbeda jauh dari ekspektasi, namun dalam arti yang positif. Angkasa belajar bahwa volunteer memang tidak memberikan materi yang bisa langsung dimanfaatkan, namun manfaatnya bagi orang lain sangat besar.

“Memang nyatanya volunteer tidak memberikan kalian suatu materi yang bisa kalian manfaatkan tapi sejatinya volunteer memberikan kalian manfaat walaupun manfaat untuk diri sendiri sangat kecil namun manfaat bagi orang lain sangatlah besar,” tegasnya dengan keyakinan penuh.

Pesannya untuk calon volunteer yang masih ragu sangat sederhana, dicoba saja dulu karena tidak ada salahnya mencoba. Sementara untuk anak-anak Sakola Kembara, ia berpesan agar mereka memegang mimpi dan menjadikannya api semangat di dalam diri. Karena pada akhirnya, kemauan untuk terus berjuang itulah yang akan membawa mereka pada tujuan yang diimpikan, sama seperti kemauan yang telah membawa Angkasa menemukan keluarga barunya di Cililin.Jika kamu juga memiliki kemauan untuk berbagi dan membuat perbedaan dalam pendidikan, bergabunglah menjadi volunteer di Sakola Kembara. Informasi lebih lanjut bisa kamu lihat di Instagram Sakola Kembara.