Mengenal Ambar Dengan Sakola Kembara
Ambar berasal dari keluarga sederhana yang tinggal di sebuah desa dengan aktivitas sebagai mahasiswa, dan sudah mengetahui Sakola Kembara saat masih SMA. Walaupun dari desa, jarak dari rumah menuju tempat bimbel sangat jauh tetapi ia sangat senang, dengan adanya bimbingan belajar dari Sakola Kembara, Ia bisa mengisi waktu luang pada masa gap year.
Tertarik Jadi Volunteer Walaupun Tidak Dibayar
Ambar sudah bergabung dengan Sakola Kembara sejak 6 bulan yang lalu, sebagai pengurus cabang bagian akademik. Dia membuat inovasi dengan cara membuat mereka tidak bosan belajar setiap hari tanpa burnout. Dia merasa bangga dan terharu membantu mengajarkan mereka mengerjakan soal latihan setiap hari dan bersyukur menjadi bagian dari tim Sakola Kembara.
Menurut Ambar, ikut serta sebagai volunteer dapat merubah harapannya yang ingin melanjutkan pendidikan. Ambar membagikan pengalaman bersama Sakola Kembara yang berjuang memberikan dukungan kepada anak – anak pelosok pada masa depan yang pantas untuk mewujudkan cita – citanya. Ini menjadikan pengalaman terbaik Ambar, sebagai pengabdian untuk berjuang bersama para murid, meskipun sedikit tetapi ekspektasi akan semakin bertambah.
Sebagai alumni, Ambar merasakan yang awalnya tidak mendapat dukungan, tetapi sejak ikut Sakola Kembara, banyak dukungan dari para senior yang sudah mengajar dengan memberikan banyak arahan yang dilakukan seperti ingin membantu anak – anak desa yang meraih impian dan membangun komunikasi untuk masuk perguruan tinggi negeri.
Ia bersyukur menjadi pengurus walaupun tidak dibayar sama sekali, itu yang membuatnya merasa bangga bertemu banyak volunteer dimana – mana yang memberikan semangat untuk berjuang pada satu tujuan. Dengan menemukan kebahagiaannya sendiri, Ambar merasa termotivasi pada mereka yang diterima perguruan tinggi dengan jurusan yang diinginkan berkat bantuan dari orang lain.
Momen Berkesan Setelah Bergabung Dengan Sakola Kembara
Sejak bergabung sebagai volunteer, banyak perubahan yang dialami oleh Ambar dilihat pada slogan “pendidikan untuk semua” membuatnya sadar bahwa pendidikan bukan hanya materi pelajaran, tetapi tentang kehadiran, kepedulian dan pengakuan setiap murid melalui pendekatan inklusif. Anak – anak dapat mudah memahami lingkungan belajar yang suportif, nyaman dan bebas komunikasi tanpa dihakimi. Dia merasa bersyukur dalam hidupnya bisa membuat banyak orang berminat untuk menikmati proses dalam mencapai tujuan.
Pengalaman menjadi volunteer membuatnya terkesan untuk peduli terhadap pendidikan yang adil, tidak cukup untuk disediakan tapi diperjuangkan yang bukan hanya slogan melainkan komitmen nyata untuk memberikan rasa semangat kepada setiap anak pelosok yang membutuhkannya.
Pesan Untuk Murid & Calon Volunteer
Ambar menyampaikan pesan kepada calon volunteer bahwa banyak pelajaran yang tidak didapatkan dari uang. Akan tetapi, pengalaman yang menemani seseorang dalam proses meraih mimpi dengan memberikan rasa empati, kebersamaan dan makna pembelajaran yang tidak dinilai.
Kepada para murid Sakola Kembara, teruslah bermimpi dan jangan takut menyerah untuk belajar dan sudah berharga untuk memiliki potensi yang layak mendapatkan kesempatan dan jangan ragu untuk bertanya kepada siapapun. Cobalah dan percaya untuk menjadi diri sendiri karena setiap langkah kecil yang diambil bisa membawa meraih impian masuk perguruan tinggi untuk lebih dekat.
“Kita belajar untuk hadir, mendengar dan menemani menjadi bentuk pendidikan paling bermakna”. Ujar Ambar
Bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh dan kontribusi di bidang pendidikan. Bergabunglah menjadi Volunteer Sakola Kembara dari bagian gerakan pembelajaran berbasis kepedulian sosial dengan klik disini ya.
